Senin, 21 Juli 2014

BIOGRAFI KH. MUHAMMAD SHOLEH (Salah Satu Pendiri Masjid Jami AL-WUSTHO)


KH Muhammad Sholeh dilahirkan pada hari Jum’at tanggal 10 Januari 1913  bertepatan pada 1 Shafar 1331 H di Poris Gaga (kini bernama Poris Jaya) dari pasangan H. Sabun dan Saonah. Nasabnya dari jalur ayah yaitu; H. Sabun bin Cabol bin Biman bin Abdul Khaer. Abdul Khaer yang dimakamkan di Srengseng, Jakarta Barat diyakini sebagai salah satu keturunan dari Kesultanan Cirebon. 

Sementara dari jalur ibu yaitu; Saonah binti Inta bin H. Utsman. Dalam catatan nasab keluarga, H.Utsman adalah menantu dari Ulama kenamaan di wilayah Lengkong Kyai (kini bernama Lengkong Ulama) yaitu Syekh Mustaqim bin Darda. H. Utsman menikahi putri Syekh Mustaqim yang bernama Sa’diyah. Hingga kini makam Syekh Mustaqim bin Darda yang terletak di belakang mimbar Masjid Jami’ Al Muttaqin, Lengkong, Serpong masih ramai diziarahi.

Ada cerita unik yang melatarbelakangi Muhammad Sholeh saat masih pemuda untuk menuntut ilmu, cerita tutur mengisahkan bahwa motifnya menuntut ilmu berawal dari keprihatinannya karena jum’atan yang sempat urung diadakan di Majid Poris sebab para tokoh keagamaan saat itu sedang sibuk mengantar beberapa warga Poris yang ketika itu akan berangkat haji hingga akhirnya jumatan batal dilangsungkan karena ketiadaan petugas Ibadah Shalat Jum’at.

Sayangnya, tekad kuat untuk menuntut ilmu agama ini kurang begitu didukung oleh orang tuanya, tenaga Sholeh diperlukan untuk mengurus ternak kerbau. Hal ini yang menyebabkan kepergian Sholeh untuk mondok pertama kalinya tanpa izin dari orang tuanya, Sholeh yang sedang mengembala kerbau pergi mondok dan meninggalkan kerbaunya di tepi sungai Cisadane.

Pondok pesantren pertama yang dituju oleh Pemuda Sholeh saat itu adalah Pondok Pesantren Pakulonan, Serpong dibawah asuhan KH Abdul Ghoni yang tak lain masih terhitung pamannya sendiri sebab KH Abdul Ghoni adalah sepupu dari Saonah. Setelah kurang lebih dua tahun menimba ilmu di pakulonan (1937-1939) Sholeh melanjutkan thalabul Ilminya pada Kyai Tahir di Pondok Pesantren Plamunan, Kramatwatu, Serang. 

Di Pesantren Plamunan ini, Sholeh berkawan akrab dengan sesama santri Tangerang yang di kemudian hari sama-sama berjuang di jalan Tarbiyah, yaitu Abdurrahim yang kelak akan dikenal sebagai  KH Abdurrahim bin H. Abdullah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Muallim Drahim pendiri Pondok Pesantren As Salam, Grendeng, Tangerang. 

Setelah tiga tahun (1939-1941) menuntut ilmu di Plamunan, Sholeh melanjutkan perjalanan menuntut Ilmu pada KH Tubagus  Sholeh Ma’mun di Lontar, Serang. Di pondok pesantren ini Sholeh memfokuskan diri untuk lebih mendalami Ilmu Al Quran dan Qiraat. KH  Sholeh Ma’mun memang termasuk ulama yang concern di bidang ilmu-ilmu Al Quran, konon beliau pernah menjabat sebagai Imam di Masjidil Haram. Murid-muridnya pun di kemudian hari lebih banyak yang berkonsentrasi di bidang Ilmu-Ilmu Al Quran. Diantara  murid KH Tubagus Sholeh Ma’mun dikenal banyak orang adalah Prof KH Ibrohim Hosen LML (pendiri Institut Ilmu Alquran dan ketua komisi fatwa MUI) dan KH Muhajirin Amsar (pendiri Pondok Pesantren An Nida Al Islamy, Bekasi).

Di Lontar, Sholeh menamatkan pelajaran Ilmu Al Quran dan Qiraat dalam tenggang waktu kurang lebih setahun (1941-1942), setelah selesai menamatkan pelajarannya Sholeh diberi sanad dan izin mengajar (Ijazah) untuk mengembangkan kajian Al Quran di kampung halamannya. 

Untuk menyemangati Sholeh yang baru mulai mengabdikan diri di bidang pengajaran Al Quran, nama Sholeh direferensikan oleh gurunya, KH Tubagus Sholeh Ma’mun pada calon-calon santri yang berasal dari wilayah Tangerang bagian Timur & Jakarta bagian barat. Calon santri yang akan belajar di Lontar direkomendasikan untuk mengaji di Poris dibawah bimbingan Muhammad Sholeh.

Terhitung sejak 1943 Muhammad Sholeh mulai membaktikan dirinya di bidang kajian ilmu-ilmu Al Quran. Meskipun juga ia menguasai disiplin bidang keilmuan lainnya, tetapi nampaknya pengajaran yang diterimanya di Lontar itu yang lebih cocok dengan karakter dirinya. Setelah sekian lama bergelut di bidang pengajaran Al Quran, ia berinisiatif membentuk pendirian Jam’iyah Qurra wal Huffadzh di wilayah Poris dan sekitarnya. 

JQH atau Jam’iyyatul Qurro wal Huffadz merupakan jam’iyyah atau organisasi yang didirikan KH Wahid Hasyim pada tanggal 12 Rabul Awwal 1371 H bertepatan 15 Januari 1951 M, yang berkonsentrasi di bidang kajian Al Quran yang membidangi seni baca Alquran, tajwid, tafsir, dan tahfidz juga bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran Al-Qur’an, terpeliharanya persatuan Qurra wal-Huffazh Ahlussunah wal-Jama’ah.

Selain kesibukan mengajar Al Quran, KH Muhammad Sholeh atau juga lebih dikenal di kalangan murid-murid dan masyarakat sekitar dengan panggilan Guru Sholeh juga ikut berpartisipasi dalam bidang sosial kemasyarakatan, tercatat Guru Sholeh diberikan amanah untuk menjadi ketua pembangunan Masjid Al Wustho dan pada tahun 1977, Guru Sholeh mensupport putranya KH Mas’ud Sholeh untuk mendirikan Pondok Pesantren putri yang dinamakan Darus Salam.

Guru Sholeh menikah dengan kerabatnya yang bernama Hj Naimah binti H Naiman, beberapa tahun setelah wafatnya sang istri, Guru Sholeh menikah lagi dengan putri salah seorang gurunya yang bernama Nyai Hj Apun binti KH Mirun.

Setelah sekian lama menjalani hidup yang sarat pengabdian Guru Sholeh wafat pada hari Ahad tanggal 23 Februari 1992 bertepatan 19 Sya’ban 1412 H dalam usia 79 tahun dengan meninggalkan 3 orang putra dan putri yaitu:
1.       Hj. Salbiyah
2.       Ma’mun Sholeh (meninggal dalam usia muda)
3.       KH Mas’ud Sholeh
4.       Hj. Safinah
5.       Hj. Shohifah
6.       Ust. H. Masykur Sholeh

Guru Sholeh wafat meninggalkan banyak murid-murid, diantaranya yang berhasil penulis catat berdasarkan wawancara dengan putranya adalah:
1.       Ust. H. Suhada, Kampung Malang
2.       Ust. H. Dasuqi, Tangerang
3.       Muallim Suhada, Poris Ampera
4.       Ust. H. Jalim (ayahanda KH Ahmad Abdul Halim pengasuh pondok pesantren Darul Quran Lan Taburo)
5.       Ust. H. Sahroni, Ketapang
6.       KH. Abdul Ghoni (pengasuh yayasan pendidikan islam Ibnu Rusyd)
7.       Drs. Ust. H. Munir El Rasyid (Imam Masjid Al A’zhom)
8.       Ust. H. Bakri (ketua yayasan pendidikan islam Nurul Hikmah, Cipondoh)
9.       Drs. Ust. H. Ahmad Su’aidi, (ketua yayasan pendidikan islam Darus Salam, Kalideres)
10.   Dan lain-lain




Wallahu a'lam bisshawab

MAKNA DAN DALIL HAUL


Oleh : H. Ahmad Bahrul Hikam, Lc, M.Ed

Kata Haul berasal dari Bahasa Arab yang berarti setahun, Kata Haul dapat dijumpai dalam al-Qur’an misalnya dalam surat al-Baqarah ayat 240:
وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا وَصِيَّةً لِأَزْوَاجِهِمْ مَتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ
Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antara kalian dan meniggalkan istri hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya (yaitu) diberi nafkah hingga satu tahun. (QS. al-Baqarah, 240). Ayat menerangkan salah satu hukum dalam masa-masa awal Islam yaitu saat iddah wanita yang ditinggal mati suaminya masih berlaku setahun.
                Kata haul juga dapat dijumpai dalam hadits, misalnya dalam hadits tentang zakat yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi:
من استفاد مالا فلا زكاة عليه ,حتى يحول عليه الحول
Barangsiapa yang memperoleh harta maka tidak wajib baginya zakat sehingga hartanya berusia satu tahun.
                Dalam literatur Fiqih, kata Haul biasanya erat dikaitkan dalam pembahasan tentang Zakat dan lama masa susuan. Zakat Harta baru wajib jika hartanya berusia setahun dan lama susuan anak dianjurkan hingga anak berusia dua tahun, menyusui anak kecil di bawah usia dua tahun juga akan berdampak kemahraman antara bayi dan ibu susuannya.
                Dalam Bahasa Indonesia, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, haul diartikan sebagai; peringatan hari wafat seseorang yang diadakan setahun sekali (biasanya disertai selamatan arwah): semua keluarga diundang untuk menghadiri -- mendiang neneknya.
                Di masa Nabi tidak dikenal istilah Haul sebagai peringatan hari wafat seseorang. Meski demikian, perlu ditegaskan bahwa tidak semua perbuatan yang belum dikerjakan pada masa Rasulullah adalah dilarang untuk dikerjakan. Misalnya pelaksanaan Shalat Tarawih secara berjamaah sebulan penuh, pelaksanaan Jum`at lebih dari dua tempat dalam satu desa, pegumpulan al-Quran dalam satu mushaf, adzan pertama pada hari Jumat dan lain sebagainya. Semua perbuatan tersebut tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah, namun dilakukan oleh generasi setelah Rasulullah, karena tidak bertentangan dengan prinsip dan inti ajaran islam.
Untuk menghukumi perayaan haul kita perlu untuk menguraikan apa saja yang biasa dilakukan orang banyak dalam perayaan haul ?

1.       Khataman Al Quran
Membaca Al Quran adalah salah satu ibadah yang utama, ada riwayat yang menyatakan bahwa pembacaan Al Quran bisa menyebabkan pembacanya memperoleh syafaat kelak di hari kiamat.
Mengenai pembacaan dan Khataman Al Quran yang ditujukan kepada Ahli Kubur, Imam Nawawi salah seorang pakar hadits dan ulama Fiqih kenamaan Madzhab Syafiiyah menerangkan dalam kitabnya Al Majmu’ sebagai berikut:
يُـسْـتَـحَبُّ اَنْ يَـمْكُثَ عَلىَ اْلقَبْرِ بَعْدَ الدُّفْنِ سَاعَـةً يَدْعُوْ لِلْمَيِّتِ وَيَسْـتَـغْفِرُ لَهُ . نَـصَّ عَلَيْهِ اَلشَّافِعِىُّ وَاتَّفَقَ عَلَيْهِ اَلاَصْحَابُ قَالوُا : يُـسْـتَـحَبُّ اَنْ يَـقْرَأَ عِنْدَهُ شَيْئٌ مِنَ اْلقُرْأَنِ وَاِنْ خَتَمُوْا اْلقُرْأَنَ كَانَ اَفْضَلُ ..
“Disunnahkan untuk diam sesaat di samping kubur setelah menguburkan mayit untuk mendoakan dan memohonkan ampunan kepadanya”, pendapat ini disetujui oleh Imam Syafi’i dan pengikut-pengikutnya, dan bahkan pengikut Imam Syafi’i mengatakan “sunah dibacakan beberapa ayat al-Qur’an di samping kubur si mayat, dan lebih utama jika sampai menghatamkan al-Qur’an”.

2.       Ziarah kubur
Ziarah kubur merupakan sunnah, dimana Nabi memerintahkan dan melakukannya. Nabi bersabda:
(كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها رواه مسلم, وفي لفظ الترمذي  فإنها تذكر الآخرة).
“Dahulu saya pernah melarang ziarah kubur, maka (sekarang) ziarahlah.” HR. Muslim, ada tambahan dalam redaksi Imam Turmudzi, “Karena ia mengingatkan akhirat.
Anjuran untuk berziarah tersebut tak lepas dari dua tujuan pokok utama dalam berziarah yaitu: sarana mengingat kematian dan untuk mendoakan ahli kubur.

3.       Tahlil
Tahlil dalam bahasa Arab bermakna pengucapan kalimat tauhid لا إله إلا الله  dalam kamus besar bahasa Indonesia, Tahlilan diartikan sebagai pembacaan ayat-ayat suci Alquran untuk memohonkan rahmat dan ampunan bagi arwah orang yg meninggal.
Tahlilan tentu sangat dianjurkan karena Tahlilan secara sederhana dapat disimpulkan sebagai membaca ayat al Quran dan Dzikir yang pahalanya ditujukan kepada mayit, hal ini karena isi Tahlil adalah memang pembacaan al-Fatihah, surat al-Ikhlas, al-Mu`awwidzataini, Ayat Kursi, akhir surat al-Baqarah, Tahlil, Tasbih, Tahmid, Shalawat dan Istighfar.
Ibnu Taimiyah yang pernah ditanya tentang Faidah Tahlil, menjawab dalam kitabnya Majmu Fatawa sebagai berikut:
إذا هلل الإنسان هكذا سبعون ألفا أو أقل أو أكثر وأهديت للميت نفعه الله بذلك
“Jika seseorang membaca tahlil sebanyak 70.000 kali , kurang atau lebih dan (pahalanya) dihadiahkan kepada mayit , maka Alloh memberikan manfaat dengan semua itu.”

4.       Pembacaan surat Yasin
Nabi pernah bersabda :
واقرؤوا على موتاكم يس
“Bacalah surat Yasin atas orang-orang mati kalian semua.”
Ulama memberikan penjelasan bahwa hadist ini adalah `am (bersifat umum), meliputi bacaan untuk orang yang sedang sekarat dan bacaan untuk orang yang telah meninggal dunia. Menurut kesepakatan ulama orang yang telah meninggal dapat memperoleh manfaat bacaan tersebut.

5.       Sedekah
Dalam peringatan Haul, lazimnya dihidangkan suguhan sekedar makanan dan minuman dengan niat shodaqoh yang pahalanya ditujukan untuk mayit. Dalam islam bersedekah merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan. Disamping bernilai pahala di sisi Allah SWT, didalamnya juga terdapat  rasa kepedulian dan penghargaan kepada sesama.
Demikian pula bersedekah yang pahalanya diberikan untuk mayit juga dianjurkan. Di masa Rasulullah SAW, jangankan makanan, bahkan harta yang sangat berharga seperti kebun pun, disedekahkan dan pahalanya diberikan kepada mayit.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّى تُوُفِّيَتْ أَفَيَنْفَعُهَا إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا قَالَ « نَعَمْ ». قَالَ فَإِنَّ لِى مَخْرَفًا فَأُشْهِدُكَ أَنِّى قَدْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا
“Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibiku telah meninggal dunia, apakah ada manfaatnya jika aku bersedekah untuknya?” Rasulullah SAW menjawab,”iya”. Laki-laki itu berkata, “Aku memiliki sebidang kebun, maka aku mempersaksikan kepadamu bahwa aku akan mensedekahkan kebun tersebut atas nama ibuku.”

6.       Tausiah keagamaan (Mauidzah Hasanah)
Tausiah keagamaan merupakan salah satu dakwah bil lisan (dengan ucapan). Tausiah bertujuan untuk memberikan wawasan, bimbingan dan penyuluhan demi meningkatkan kualitas ketakwaan kaum muslimin, dengan jalan memperluas pemahaman mereka tentang ajaran agamanya.
Peningkatan iman dan takwa diharapkan akan mendorong kuantitas dan kualitas amal saleh, baik ibadah yang bersifat ritual maupun sosial. Melalui tausiah pula diharapkan moralitas dan etika dikalangan masyarakat meningkat. Pola dakwah dalam bentuk Tausiah (Mauidzah Hasanah) memiliki beberapa kelebihan, yaitu dapat menampung jumlah yang banyak dari berbagai lapisan, temanya bisa disesuikan dengan kebutuhan masyarakat setempat, dan pesan-pesanya disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dicerna sesuai kadar intelektual pesertanya. Penyelenggaran Tausiah keagamaan masuk dalam kategori Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Melihat elemen-elemen Haul yang enam ini, rasanya mudah disimpulkan bahwa penyelenggaran acara Haul dalam bentuk yang seperti ini adalah sesuatu yang Masyru’ (dianjurkan).
                Selain daripada dalil-dalil atas, setidaknya ada dua riwayat lain yang patut dianalisa sebagai ta’shil (dalil dasar) penyelenggaran acara Haul. Dua riwayat itu adalah:
1.       Riwayat Imam Baihaqi yang menukil dari Imam Waqidi bahwasanya Nabi secara rutin mengadakan ziarah tahunan kepada syuhada Uhud, rutinan ziarah tahunan ini juga dilanjutkan oleh Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman.
عَنِ اْلوَاقِدِى قَالَ : كَانَ النَّبِـىُّ يَـزُوْرُ شُهَدَاءَ اُحُدٍ فِيْ كُلِّ حَوْلٍ وَاِذَا بَلَغَ رَفَعَ صَوْتـَهُ فَيَقُوْلُ : سَلاَمٌ عَلَيْكُمْ بـمَا صَبَرْتـُمْ فَـنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ . ثُمَّ اَبُوْ بَكْرٍ يَـفْعَلُ مِثْلَ ذَلِكَ ثُمَّ عُمَرُ ثُمَّ عُثْمَانُ
al-Waqidy berkata “Nabi Muhammad saw. berziarah ke makam syuhada’ uhud pada setiap tahun, apabila telah sampai di makam syuhada’ uhud beliau mengeraskan suaranya seraya berdoa : keselamatan bagimu wahai ahli uhud dengan kesabaran-kesabaran yang telah kalian perbuat, inilah sebaik-baik rumah peristirahatan. Kemudian Abu Bakar pun melakukannya pada setiap tahun begitu juga Umar dan Utsman.
2.       Riwayat Ibnu Zanjaweh, Ibnu Halweh dan Kharaithy dalam Musnadnya bahwa Khalifah Abu Bakar pernah mengumpulkan para sahabat untuk berkumpul di Masjid Nabawi membaca surat AlBaqarah dan Al Imran tepat setahun setelah wafatnya Rasul. Acara ini juga turut dihadiri oleh Umar, Utsman dan Ali.


Wallahu a'lam bisshawab

Kamis, 17 Juli 2014

PROPOSAL LDKR IRMAP 2013


DASAR PEMIKIRAN
Sejak tahun 1986 pemuda-pemudi Poris mendirikan sebuah organisasi kepemudaan yang hingga saat ini kemudian diberi nama IKATAN REMAJA MASJID JAMI AL-WUSTHO PORIS (IRMAP). Dalam perjalanannya organisasi ini turut mewarnai kehidupan bermasyarakat, melalui organisasi ini para anggota dan remaja memiliki ruang publik serta kemandirian dalam menyampaikan aspirasi dan kepentingan publik. Sehingga memungkinkan untuk memperjuangkan kepentingan Islam dan masyarakat menuju civil society, yang berlandaskan pada kesukarelaan (valountary) keswasembadaan (self generating) dan keswadayaan (self supporting).

”Kemerosotan Akhlak” wacana yang selalu berdengung di telinga. Hal ini diwarnai dengan berbagai tindakan yang tidak terpuji, makin maraknya aksi mabuk-mabukan, pencurian, tawuran, dan berbagai persoalan sosial lain yang belum menemui titik terang. Realitas faktual yang terjadi dalam krisis kemanusiaan modern saat ini adalah buah dari  keringnya nuansa spiritual yang sekaligus menyebabkan hilangnya makna agama yang diyakini sebagai pegangan hidup dan penyelamat manusia, mereka terlena dengan kemajuan teknologi dan era globalisasi yang akhirnya membelenggu diri mereka sendiri dalam keterpurukan sosial.

Kesadaran untuk mempersiapkan generasi muda sebagai penerus harapan bangsa dan membentenginya dengan nilai-nilai spiritual dan akhlakul karimah adalah salah satu solusi untuk mengatasi kemerosotan moral dan bersamaan dengan itu membangun pondasi bagi generasi mendatang dalam menghadapi tuntutan dan himpitan zaman. Berlandaskan pada hal itu maka IRMAP bermaksud mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan sebagaiupaya membentengi generasi muda dari dekadensi moral serta membangun kader-kader yang berpotensi dan terarah dalam suatu wadah yang diakui oleh masyarakat dan negara.

MAKSUD DAN TUJUAN

1.      Mengembangkan SDM dan Potensi kepemudaan di wilayah PorisJaya dan sekitarnya
2.      Membentuk kader-kader yang profesional dan cakap dalam berorganisasi.
3.      Terwujudnya hubungan fungsional antar anggota, alumni dan Dewan Kesejahteraan Masjid.

BENTUK KEGIATAN

1.      Stadium General
Ø  Tema                         :
Fungsi dan peran organisasi remaja masjid dalam lingkungan sosial”
Ø  Pembicara                 :
H. Ahmad Bahrul Hikam, Lc. PgDip, M.Ed
2.   Latihan Dasar Kepemimpinan 
Ø  Tema                        :
Manajemen masalah dan aplikasinya”
Ø  Pembicara                :
H. Khaerul Anwar, S. Sos.I

NAMA DAN TEMA KEGIATAN
Kegiatan ini bernama Latihan Dasar Kepemimpinan Remaja dengan tema :
“ Membangun generasi IMTAK & IPTEK, Menuju Insan Kamil“

SASARAN KEGIATAN
1.      Pengurus IRMAP
2.      Anggota IRMAP
3.      Alumni IRMAP
4.      Pemuda-pemudi Poris Jaya, Porisgaga dan sekitarnya.
5.      Remaja Masjid dan Musholla di wilayah Kecamatan Batuceper.

 WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Kegiatan ini insya Allah akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal              : Sabtu-Minggu, 21-22 Desember 2013
Tempat                        : Pon-Pes Al-Istitho’ah Kec. Pontang Kota Serang


 SUMBER DANA
Dana Kegiatan  Latihan Dasar Kepemimpinan Remaja ini berasal dari :
1.      Instansi Pemerintah
2.      Instansi Swasta
3.      Iuran Anggota & Peserta
4.      Para Donatur yang halal dan tidak mengikat
5.      Sponsor

SUSUNAN PANITIA LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN REMAJA
IKATAN REMAJA MASJID JAMI’ AL-WUSTHO  PORIS
(IRMAP)


A. STEERING COMMITE

Pelindung                                            :1. H.A Damiati S.IP,M.Si (Camat Batuceper)
2. Ito Sucipto, S.IP (Lurah Poris Jaya)
3. Sa’adih S.IP, M.Si (Lurah Porisgaga)

Penasehat                                            : 1. Drs. H. Komarudin
(Ketua DKM AL-WUSTHO)
2. Dewan Pembina IRMAP
a.     Iskandar Dzulkarnaen S.Ag
b.     Drs. Nurhali M.Pd.      

Penanggung Jawab                            : Fadli Yudin, Amd (Ketua IRMAP)

Dewan Perwakilan Anggota               :
1.        Ust.H.Khoirul Anwar,S.Sos.I
2.        Ust.Usman As-safrawi
3.        Ust. Amin Arsyad

B. ORGANIZING COMMITTEE

Ketua   Pelaksana                                : Dedy Asyadi
Sekretaris                                            : Ikhwan Sukirman
Bendahara                                          : Ahmad Septiyan
Seksi Acara                                         : Sujana, SP , Abdul Aziz Noer, Ade Miftah P.
Seksi Transportasi                                : Ahmad Saiful Anwar, Bastian Toyyib
Seksi Peralatan & Perlengkapan : Gusti Surya, Andriansyah
Seksi Humas                                         : Moh. Fikri, Nurkomariyah
Seksi dokumentasi                               : A. Nurfadillah, A. Faisal Khusairy
Seksi Konsumsi                                     : Moh. Rifa’I, Fajriyani




AGENDA KEGIATAN LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN REMAJA
IKATAN REMAJA MASJID JAMI AL-WUSTHO PORIS
( IRMAP )

Sabtu, 23 November 2013
No
Waktu
Jenis Kegiatan
Petugas
1
06.00 - 07.00
Registrasi Peserta
Sie. Humas
2
07.00 -10.00
Pelepasan dan Pemberangkatan Peserta
Sie. Transportasi
3
10.00 -10.15
Cek In dan pembagian kamar
Sie. Perlengkapan
4
10.15-11.30
Jelajah Wilayah
Fadli Yudin
5
12.00 - 13.00
ISHOMA
Sie. Konsumsi
6
13.00 - 13.30
Opening Ceremonial
Sie. Acara
7
13.30 - 15.00
Stadium General :
Fungsi dan peran organisasi remaja masjid dalam lingkungan sosial”
H. Ahmad Bahrul Hikam, Lc, MA
8
15.00 - 16.00
Coffe Break & Sholat Ashar
Sie. Konsumsi
9
16.00 - 17.30
Mentoring : Manajemen event”
Mentor IRMAP
10
17.30 - 19.30
ISHOMA
Sie. Konsumsi
11
19.30 - 21.30
Materi LDKR II :
Tata cara & etika berorganisasi
Drs. H. Komarudin
12
21.30 -  04.10
Ramah Tamah & Istirahat
Seluruh Peserta
Minggu, 24 November 2013
13
04.10 –04.35
Sholat Shubuh berjama’ah
Ust. Utsman as-Syafrawi
14
04.35 – 06.00
Tausiyah Shubuh
Ust. Amin Arsyad
15
06.00 - 07.30
Olahraga Pagi
Sujana, SP
16
07.30 - 08.30
Sarapan Pagi
Sie. Konsumsi
17
08.30 - 09.30
Diskusi :
Dedy Asyadi
18
11.00 - 11.30
Materi LDKR I :
Manajemen Masalah dan Aplikasinya
H. Khaerul Anwar, S.Sos.I
19
11.30 - 12.30
ISHOMA
Sie. Konsumsi
20
12.30 - 16.00
Simulasi Event Organizing
Mentor IRMAP
21
16.00 - Selesai
Cek Out
Sie. Humas



RENCANA ANGGARAN  DANA
LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN REMAJA
IKATAN REMAJA MASJID JAMI’ AL-WUSTHO PORIS ( IRMAP )



A.   Kesekretariatan
No
Nama Barang
Volume
Harga Satuan
Jumlah
1
Amplop Besar
2 Box
Rp. 12.000
Rp.  24.000
2
Amplop Kecil
3 Box
Rp. 10.000
Rp.  30.000
3
Stempel
2 buah
Rp. 45.000
Rp.  90.000
4
Fhoto Copy
1000 lembar
Rp.      120
Rp.120.000
5
Map File
40 buah
Rp.   2.000
Rp.  80.000
6
Name Tag
40 buah
Rp.   3.000
Rp.120.000
7
Alat Tulis
3 pak
Rp. 10.000
Rp.  30.000
8
Cop Surat
1 rim
Rp. 70.000
Rp.  70.000
9
Kertas HVS
2 rim
Rp. 28.000
Rp.  56.000
Total     :
Rp.620.000

B. Akomodasi dan Transportasi
No
Nama barang
Volume
Harga Satuan
Jumlah
1
Infaq Sewa Tempat
1 Unit
Rp. 1.000.000
Rp. 1.000.000
2
Sewa Bus
1 Unit
Rp. 2.500.000
Rp. 1.500.000
3
Biaya Tol  & Parkir
PP
Rp.      50.000
Rp.      50.000
4
Plakat
1 buah
Rp.    200.000
Rp.    200.000
5
Sertifikat
60lembar
Rp.        3.000
Rp.    180.000
6
Kaos LDKR
60 buah
Rp.      25.000
Rp. 1.500.000
Total     :
Rp. 5.430.000

C. Dokumentasi
No
Nama Barang
Volume
Harga Satuan
Jumlah
1
Cetak Photo
1 Album
Rp. 1.000
Rp. 100.000
2
Sewa handy cam & transfer CD
2 Disk
Rp. 200.000
Rp. 200.000
3
Penggandaan CD
40
Rp.     3.000
Rp. 120.000
Total     :
Rp. 420.000
 

D. Konsumsi & P3K
No
Nama Barang
Volume
Harga Satuan
Jumlah
1
Air mineral
10 dus
Rp. 18.000
Rp.    180.000
2
Snack 4 kali
60 orang
Rp.  3.000
Rp.    720.000
3
Makan 3 kali
60 orang
Rp. 10.000
Rp. 1.800.000
4
Obat-obatan
1 Paket
Rp. 40.000
Rp.      40.000

Total


Rp. 2.840.000

E. Peralatan
No
Nama Barang
Volume
Harga Satuan
Jumlah
1
Sewa Projector
1Set
Rp. 250.000
Rp. 250.000
2
Sewa Sound System
1 Set
Rp. 100.000
Rp. 100.000
3
Digital Printing
2 buah
Rp. 120.000
Rp. 240.000

Total


Rp. 590.000


F. Laporan Pertanggung jawaban                               : Rp.    150.000
Total Anggaran :
a.      Kesekretariatan                                                                :Rp.         620.000
b.      Akomodasi dan Transportasi                                            : Rp.     5.430.000     
c.       Dokumentasi                                                                     : Rp.        420.000      
d.      Konsumsi dan P3 K                                                           : Rp.     2.840.000
e.      Peralatan                                                                         : Rp.       590.000
f.        Laporan Pertanggung Jawaban                                      :Rp.         150.000 +

Total General                                                        :   Rp.10.050.000
Terbilang : Sepuluh Juta Lima Puluh Ribu Rupiah


PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat sebagai deskripsi dan acuan yang dapat dijadikan perhatian untuk menentukan suksesnya pelaksanaan acara tersebut. Akhirnya hanya kepada Allah SWT jualah tempat kita bersandar dan memohon pertolongan-Nya. Atas segala bantuan dan kerjasamanya, kami haturkan terima kasih.

Tangerang, 18 November 2013

PANITIA LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN
IKATAN REMAJA MASJID JAMI AL-WUSTHO PORIS





Dedy Asyadi
Ikhwan Sukirman
Ketua Pelaksana
Sekretaris


Mengetahui





Drs. H. Komarudin
KETUA DKM AL-WUSTHO
Fadli Yudin. Amd
KETUA IRMAP AL-WUSTHO